Sabtu, 28 September 2019

Apakah Stroke Tergolong Gangguan Saraf?

Apakah Stroke Tergolong Gangguan Saraf?

Penyakit Saraf- Stroke adalah sebuah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Jika tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. 

Penyakit ini juga sebuah kondisi gawat darurat yang perlu ditangani secepatnya, karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi. 

Stroke merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh kebanyakan orang. Karena apa? karena meskipun kondisi fisik seseorang sangat sehat, tetapi secara mendadak mereka dapat terserang penyakit stroke, baik pria maupun wanita, tua atau muda. Hal inilah yang memicu ketakutan banyak orang karena adanya kontraksi yang mendadak. 

Perlu Anda Ketahui? Bahwa stroke merupakan salah satu penyakit noninfeksi, dan tidak disebabkan oleh bibit penyakit. Jadi memang pada dasarnya tidak melibatkan bibit penyakit seperti bakteri maupun virus. Stroke sangat berkaitan dengan gaya hidup masa kini yang tidak sehat. 

Pergeseran gaya hidup tradisional menjadi gaya hidup yang tidak sehat ini menyebabkan timbulnya pergeseran penyakit, dari penyakit infeksi yang ditularkan bergeser ke penyakit noninfeksi yang tidak ditularkan (seperti stroke dan penyakit kardiovaskuler). 

Gaya hidup yang tidak sehat ini menyebabkan berbagai masalah tubuh seperti hipertensi, diabetes, kanker, dan lain-lain. yang kemudian mengganggu penerimaan zat-zat gizi dan oksigen yang dialirkan oleh darah. Terhambatnya pemasukan oksigen dan zat-zat gizi ke otak sebagai akibat penyakit-penyakit masa kini seperti hipertensi atau diabetes misalnya, menyebabkan kurangnya atau terhentinya pasokan oksigen, dan ini mengakibatkan otak cedera. Fungsi gerak dan intelektual tubuh pun menjadi terganggu.

Jadi, penyebab utama stroke memang bukan bibit penyakit melainkan pola makan yang buruk (mengandung kadar tinggi lemak jenuh) yang menimbulkan aterosklerosis, yaitu menyempitnya pembuluh arteri disebabkan lemak yang menempel pada dinding arteri.

Para ahli menganggap, aterosklerosis merupakan penyebab utama stroke pada umumnya. Masih ada penyebab lain yang memang bukan disebabkan bibit penyakit. Karena itu, stroke tidak ditularkan. 

Begitu berdasarkan kebutuhan otak akan oksigen sehingga sampai menimbulkan akibat yang mematikan? Benar. Stroke adalah penyakit yang mematikan, karena stroke menyerang otak, padahal otak merupakan sistem saraf pusat yang mengendalikan seluruh gerakan dan intelektual kita. Untuk dapat berfungsi dengan baik, sel-sel saraf membut pasokan oksigen melalui aliran darah. Dengan demikian otak sangat bergantung pada kelancaran aliran darah.

Jika pada salah satu pembuluh darah terjadi hambatan berupa sumbatan atau pecah, pasti aliran darah terganggu dan proses masuknya oksigen pun berkurang bahkan bisa terhenti secara tiba-tiba karena hal tersebut. Karena Oksigen yang terputus selama 8-10 detik saja akan menyebabkan gangguan fungsi otak, lebih dari 6-10 menit terjadi kerusakan sel-sel saraf yang kemungkinan tidak bisa pulih kembali. 

Nah, apalagi jika terputusnya pasokan oksigen lebih dari 10 menit, bisa dibayangkan parahnya kerusakan sel-sel saraf otak. Akibatnya, fungsi anggota-anggota tubuh yang terkait dengan bagian otak yang cedera pun menjadi terganggu sehingga terjadi kelumpuhan, misalnya. Atau sulit bicara, sulit memfokuskan penglihatan, dan lain-lain. 

Oleh karena itu, kita sering menjumpai orang-orang yang kena stroke menderita berbagai hambatan gerak maupun konsentrasi pikiran, yang membuat si penderita benar-benar tak berdaya dan sengsara. 

Apa yang memasukkan Stroke ke dalam Penyakit Saraf? 

Nah, hal ini sering menjadi pertanyaan bagi semua orang, karena apa? Bisa dikatakan bahwa penyakit ini sam halnya dengan penyakit saraf karena berhubungan dengan sistem saraf. Tetapi, lebih parah stroke daripada penyakit saraf. Jika penyakit saraf, bisa diatasi dengan beberapa cara seperti pengobatan alternatif dan sebagainya. 

Namun, stroke ini lebih parah dan berbahaya karena datang secara mendadak dan mengakibatkan banyak dampak yang berujung dengan kematian. Seringkali terlihat kalau orang yang teken penyakit ini selalu parah dan pengobatannya juga sulit dicari. Karena belum mengetahui beberapa penyebab di antaranya. 

Kesimpulan 

Dapat dikatakan bahwa stroke memiliki ikatan dengan penyakit saraf namun berbeda jangka waktunya. Proses pengobatannya juga berbeda, lebih mudah penyakit saraf. Keduanya sama-sama penyakit yang mematikan jika tidak bisa berobat secara teratur.

Penyakit stroke ini yang memberikan dampak besar bagi kematian seseorang dibandingkan dengan penyakit saraf. Jika Anda terkena penyakit ini dalam keadaan yang tak disangka-sangka, perlu Anda periksakan sebelum mengalami stroke yang berat. 

Untuk itu, perlu menjaga kestabilan tubuh agar tetap sehat dan selalu fresh. Karena kedua penyakit ini bisa datang secara dadakan dan mengakibatkan hal yang buruk. Pada akhirnya akan berujung kematian.

0 komentar:

Posting Komentar