Sabtu, 13 Juli 2019

Semangat Mengais Rezeki Aki Demo yang Tidak Pernah Pudar

Semangat Mengais Rezeki Aki Demo yang Tidak Pernah Pudar

Mengadu nasib di kerasnya kehidupan Kota-kota besar merupakan salah satu hal yang cukup sulit untuk dihadapi. Ribuan bahkan jutaan orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Bahkan, tak jarang suap menyuap dilakukan agar bisa menempati posisi pekerjaan yang diinginkan. Tentu saja fenomena tersebut cukup mengerikan, apalagi jika harus bersaing dengan orang-orang yang memiliki dompet tebal.

Namun, hal tersebut tentu saja tidak dilakukan oleh pria lansia yang satu ini. Sebut saja namanya Aki Demo. Ia telah mengadu nasib ke Kota Bandung sejak tahun 1955. Hal tersebut ia lakukan tentu saja untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Namun ia tidak suap-menyuap untuk mendapatkan pekerjaan. Ia lebih memilih untuk menjadi tukang cincau keliling. Tentu saja ia pilih profesi tersebut karena tidak ada pilihan lain. Meskipun begitu, ia tetap bersyukur atas pekerjaan yang sedang ia lakukan sampai sekarang.

Siapa sosok Aki Demo?

Pak Demo atau biasa dipanggil Aki demo merupakan salah satu pria lansia yang berhijrah dari Tasikmalaya ke Bandung. Lelaki berusia 90 tahun tersebut meninggalkan satu orang istri yang tinggal di kampung halamannya. Pak demo tinggal di sebuah kostan seorang diri di daerah cicadas, Bandung. Kost-kostan tersebut dihargai sebesar 300 ribu rupiah per bulannya, sehingga Aki demo harus menyisihkan uang sebesar 10 ribu rupiah per harinya.

Mata pencaharian Aki Demo sehari-hari yaitu berjualan cincau keliling. Karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan untuk berjalan jauh, Aki demo hanya berjualan di sekitar Cicadas saja dekat dengan kost-kostannya. Ia biasa berjualan di sekitar Gang Asep Sahroni dan juga di depan RS Al-Islam Jalan Awi Bitung, Bandung. Dengan kepayahan, ia berusaha untuk memikul dagangannya dari pagi hingga sore hari.

Cincau yang dijual oleh Aki Demo dihargai sebesar 5 ribu rupiah. Aki Demo mendapatkan untung bersih sekitar 30 ribu rupiah perharinya. Uang tersebut sebagian disisihkan untuk pulang kampung dan diberikan kepada istri tercintanya. Aki Demo biasa pulang kampung sekitar 2 minggu sekali menaiki bus kota atau mobil elf. 

Meskipun ia memiliki 3 orang anak, namun ia tidak ingin menyusahkan ketiga anaknya tersebut. Ia lebih memilih untuk hidup mandiri dan merantau ke kota orang agar tetap bisa bertahan hidup bersama istrinya tercinta.

Wakaf Asuransi Syariah Allianz

Perjuangan Aki Demo dalam mencari uang di usianya yang sudah tidak lagi produktif tentu saja layak untuk mendapatkan apresiasi, salah satunya yaitu dengan mendapatkan asuransi wakaf dari Allianz. Asuransi wakaf Allianz dapat memberikan jaminan perlindungan berupa santunan asuransi jiwa dasar, santunan asuransi penyakit kritis, santunan asuransi cacat tetap total, dan asuransi penyakit kritis dan cacat tetap total. 

Selain itu, Asuransi wakaf Allianz juga memiliki fitur-fitur unggulan seperti mendapatkan keberkahan pahala yang terus mengalir selama nilai wakaf dimanfaatkan, keringanan dalam mempersiapkan nilai wakaf melalui setoran kontribusi berkala, penyerahan nilai wakaf yang amanah, dan juga sumbangsih yang bermanfaat untuk sosial dan ekonomi masyarakat bersama.

Manfaat dan perlindungan dari Wakaf asuransi syariah tentu sangat layak untuk diberikan kepada Aki Demo agar memberikan keringanan di kehidupannya yang sudah menginjak  usia senja. Mengingat usianya yang sudah menginjak 90 tahun, tidak menutup kemungkinan bahwa Aki demo sewaktu-waktu bisa terkena penyakit ringan maupun serius. Dengan adanya Asuransi wakaf syariah, maka Aki Demo tidak perlu khawatir lagi terkait jaminan kesehatan dan juga santunan jaminan lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar