Minggu, 28 April 2019

Nasihat Keuangan Untuk Generasi Milenial

Nasihat Keuangan Untuk Generasi Milenial

Ketika berbicara tentang uang, ada begitu banyak panduan di luar sana yang ditujukan untuk generasi milenial. Menyewa atau membeli, menabung atau menginvestasikan, menghemat pengeluaran atau fokus pada biaya besar.

Nasihat-nasihat tersebut memang terlihat mudah dijalani dan meyakinkan. Sayangnya, dengan banyaknya nasihat yang tersedia, para milenial justru bingung untuk mengetahui dari mana harus memulai.

Melansir CNBC Make It, para profesional memberikan beberapa nasihat yang dibutuhkan generasi milenial untuk mengatur keuangan.

Cara terbaik untuk investasi

Usia tidak menghalangi seseorang untuk berinvestasi. Bahkan, generasi milenial pun bisa berinvestasi. Wakil presiden senior pasar internasional PayPal, Rohan Mahadevan mengatakan, tidak ada gunanya berinvestasi jika Anda tidak percaya akan hal itu.

Dia pun menyarankan untuk mencoba produk atau layanan sebelum berinvestasi di dalamnya untuk lebih memahami bagaimana perusahaan beroperasi. "Pastikan Anda berinvestasi dalam hal-hal yang Anda yakini, bukan berinvestasi dalam hal-hal yang diyakini orang lain," kata Mahadevan

Investasi alternatif

Selain kendaraan investasi yang lebih tradisional, seperti saham, ada juga sejumlah opsi alternatif. Contohnya investasi emas, mata uang, atau properti. Biasanya, investasi semacam itu menawarkan potensi pertumbuhan dan pertahanan terhadap fluktuasi pasar saham, tetapi sering kali disertai risiko lebih besar.

Waktu yang tepat membeli rumah

Generasi muda sering bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk membeli rumah. Hampir tiga perempat (72 persen) dari milenium memiliki rumah sebagai prioritas utama, menurut Laporan Wawasan Homebuyer 2018 dari Bank of America. Namun banyak yang mendapati diri mereka tidak mampu menabung untuk setoran untuk rumah pertama mereka sambil membayar sewa yang terus naik.

Para ahli setuju bahwa properti dapat menjadi pembelian yang hebat, tetapi tidak bisa dianggap enteng. Memang, penelitian menunjukkan sebanyak dua pertiga generasi milenium yang bergegas melakukan pembelian properti berakhir dengan penyesalan pembeli.

Mahadevan mengatakan, Anda bisa membeli rumah ketika Anda merasa butuh dan mampu untuk membelinya.

Berapa uang yang harus disimpan

Mengetahui dengan tepat berapa banyak uang yang dihabiskan untuk tabungan dan investasi adalah masalah yang berulang bagi kaum milenial. Jawaban pasti akan berbeda untuk semua orang, tergantung pada keadaan keuangan mereka.

Namun, menghemat 10 hingga 20 persen dari pendapatan adalah titik awal yang baik. "Anda ingin menghabiskan seolah-olah Anda akan mati besok, dan Anda ingin menyelamatkan seolah-olah Anda akan hidup untuk besok," kata Mahadevan.

0 komentar:

Posting Komentar